Senin, 24 Maret 2014

Seni Grafis



Kata grafis atau grafika berasal dari kata Graphein yang berarti menulis. Kata graphein berasal dari bahasa Yunani. Sehingga diartikan seni grafis adalah seni yang dihasilkan melalui proses cetak mencetak. Seni Grafis termasuk salah satu kegiatan seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk dwimatra dan dilaksanakan dengan menggunakan bermacam medium, proses dan teknik cetak.



Karya seni grafis merupakan karya yang dihasilkan melalui proses cetak yang berlandaskan pada empat prinsip teknik cetak, yaitu : cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar dan cetak saring. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik.



Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan, yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini.



Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan inilah keistimewaan seni grafis. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas. Misalnya 30/10, angka ini berarti cetakan ketiga dari sepuluh edisi yang dihasilkan.


Pada mulanya seni grafis mulai berkembang di negara Cina. pada negara tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan. Naskah-naskah tersebut ditatah atau diukir di atas bidang kayu dan di cetak di atas kertas. Cina menemukan kertas dan memproduksinya secara massal di tahun 105. pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Dinasti Yi.


Karya-karya seni grafis dengan media kayu (cukilan kayu) ditemukan di negara-negara Asia yang memiliki kultur tua dan kuat seperti Cina, Jepang, dan Korea. Bangsa romawi pun telah mengenal tekhnik cetak ini yang digunakan untuk menghias jubah-jubah dengan cetak stempel. Teknik cetak ini kurang berkembang karena bangsa Eropa tidak mengenal kertas. Teknik grafis di Eropa baru berkembang di abad ke - 13, dengan ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg dan didirikannya pabrik kertas pertama di Italia. Sejak itulah seni grafis dengan beragam teknik berkembang di Eropa. 


Seni grafis di INdonesia awalnya merupakan media alternatif bagi seniman yang telah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. Secara kronologis seni grafis muncul sekitar tahun 1950-an tokohnya Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta. Membuat karya dengan teknik cukil kayu ( woodcut ) dan kebanyakan dari karyanya merupakan poster perjuangan. Kemudian tokoh yang lain adalah Baharudin Marasutan ( Jakarta ) dan Mochtar Apin ( Bandung ).

Seni grafis secara tidak langsung ( pada teknik tertentu) mulai menjamah modernisasi ( seni grafis modern). Hal ini ditandai dengan munculnya teknik-teknik kreatif baru sebagaimana Rolf Nesch (1893-1975), yang mendapat pengakuan internasional untuk teknik grafis logam, dan artis Sámi John Savio (1902-1938), dengan cetakan kayunya. Stanley Hayter Atelier 17 di Paris, yang berspesialisasi dalam teknik mencetak banyak warna hanya dengan menggunakan satu pelat. Berbagai teknik baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970, termasuk cetakan di atas kain sutra, dan kebangkitan seni sketsa baik yang mengandung arti kiasan maupun tidak. Tahun 1970 seringkali dianggap sebagai jaman keemasan seni grafis, Nama yang patut diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir termasuk Bjørn-Willy Mortensen (1941-1993), Per Kleiva (b1933) dan Anders Kjær (1940).


Dengan munculnya seni grafis modern maka ajang kreatifitas seniman garfis tidak dapat dibendung karena konsep dasar seni modern adalah unsur kreatifitas untuk memunculkan sesuatu yang baru. Sehingg a peluang kemunculan seni grafis terapan semakin besar. Hal ini ditandai dengan kemunculan omzet digital printing dan sablon yang digelar dalam pasar komersial. Padahal konsep dasar seni (termasuk seni rupa- seni grafis-) terkait estetika seni itu sendiri terletak pada nilainya, sedang nilai itu tidak dapat dikurskan dalam bentuk nominal secara pasti karena nilai itu adalah hal abstrak yang tidak memiliki batasan. Kalaupun karya seni itu dapat dipasarkan maka harga yang didapat adalah biaya operasional dan ongkos seniman atau pencipta, bukan harga dari nilai yang dimiliki karya tersebut. Selain hal itu terdapat manipulasi nilai karya seni grafis yang semakin mempertajam munculnya seni grafis terapan yaitu karya yang disandarkan pada permintaan pasar bukan pada kepuasan ekspresi pencipta.


Lahir di London dan dididik di oxford Wally Olins adalah pendiri wolf olins dan ketua perusahaan itu hingga 1997. Dia sekarang ketua saffron konsultan merek dan salah satu praktisi di dunia yang paling berpengalaman di identitas perusahaan dan branding. Kepentingan utama olins adalah ide-ide besar di belakang organisasi termasuk merger dan akuisisi. Dia banyak dipakai oleh beberapa perusahaan seperti Starbucks, Harley-Davidson, Volkswagen, Renault Repsol dan masih banyak lagi. Hasil karyanya banyak menggunakan teknologi canggih, dan dia lebih banyak menggunakan komputer untuk menciptakan karyanya.


Dia telah menulis beberapa buku termasuk pekerjaan seminalis Identitas Perusahaan. Identitas buku Trading-Nya: Bagaimana Perusahaan-perusahaan Negara dan Mengambil Peran Setiap Lain-lain diterbitkan oleh Foreign Policy Centre, Kantor Luar Negeri Inggris think tank. Wally Olins pada Brand diterbitkan oleh Thames & Hudson di 10 negara pada tahun 2004.


Pada tahun 1999, Olins dianugerahi CBE dan dinominasikan untuk Penghargaan Desainer Pangeran Philip. Setahun kemudian, ia menerima Royal Society of Arts ‘peringatan dua abad Medal atas kontribusinya untuk desain dan pemasaran. Dia juga diberikan D & AD Presiden Award pada tahun 2003.


Dia sekarang mengunjungi sesama pada Said Business School di Oxford dan mengunjungi profesor di Universitas Lancaster dan Copenhagen Business School. Ia memegang seminar reguler mengenai branding dan isu-isu komunikasi di seluruh dunia.


Contoh hasil karyanya yaitu logo Starbucks dan Motor Harley-Davidson









Pablo Ruiz Picasso (lahir 25 Oktober 1881 – meninggal 8 April 1973 pada umur 91 tahun) adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari baletsampai tata panggung. Lahir di Malaga, Spanyol 25 Oktober 1881 dengan nama lengkap Pablo (atau El Pablito) Diego José Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispín Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso López.


Pablo Picasso menghasilkan 20.000 karya dalam hidupnya. Yang menarik, Picasso sering berganti gaya lukisan. Ini bisa terjadi karena Picasso memiliki banyak teman. Seperti dari gaya lukisan biru dan merah jambu (karena lukisan didominasi warna biru dan merah jambu) berubah drastis ke gaya kubisme, akibat pengaruh pertemanannya dengan Georges Braque.


Gaya kubisme inilah yang mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Kalau sebelumnya lukisan wanita mudah dikenali wajah modelnya, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali lagi, seperti yang ia tuangkan lewat karya Demoiselles d'Avignon. Ini bukan berarti Picasso sembarangan saja membuat lukisan. Ia sebelumnya telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung-patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional.





Henri-Émile-Benoît Matisse lahir di Le Cateau-Cambresis, Nord, Perancis. Putra tertua dari seorang pedagang gandum yang makmur. Ia dibesarkan di Bohain-en-Vermandois, Picardie, Perancis. Pada tahun 1887, ia pergi ke Paris untuk belajar hokum. Setelah mendapatkan kualifikasinya, ia bekerja sebagai administrator pengadilan di Le Cateau-Cambresis. Ia pertama kali mulai melukis pada tahun 1889, setelah ibunya membawanya perlengkapan seni.


Karyanya pada dekade ini menunjukkan relaksasi dan lebih halus dari biasanya. Pada akhir 1920-an, Matisse terlibat dalam kolaborasi aktif dengan seniman lain. Ia tidak hanya bekerja dengan orang Prancis, Belanda, Jerman, dan Spanyol, tetapi juga beberapa orang Amerika. Setelah tahun 1930 sebuah semangat baru dan penyederhanaan muncul dalam karyanya. Kolektor seni Amerika, Albert C. Barnes, meyakinkannya untuk menghasilkan karya besar untuk Yayasan Barnes, The Dance II, yang diselesaikan pada tahun 1932. Penyederhanaan dan teknik bayangannya terlihat dalam lukisan Larga Reclining Nude (1935). Matisse bekerja pada lukisan ini selama beberapa bulan dan mendokumentasikan kemajuan dengan serangkaian 22 foto yang ia dikirim ke Etta Cone. Pembuatannya terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti kanvas, dan cat minyak




Seniman grafis dari Jerman adalah Daniel Hopfer. Salah satu karyanya yaitu Landsknechte (atau Landsknecht), yang berarti "abdi daratan", merupakan pasukan sewaan berseragam warna-warni dengan reputasi tinggi yang mengambil alih peninggalan pasukan Swiss; Dan menjadi sebuah kekuatan militer yang penting di akhir abad ke-15 dan sampai abad ke-16 di Eropa. Pasukan ini sebagian besar merupakan gabungan tentara bayaran bersenjatakan tembiang dari Jerman dan Swiss, dan membantu pasukan bawahan. Mereka berhasil mendapatkan reputasi untuk menjadi pasukan sewaan universal di Eropa


Istilah tersebut berasal dari bahasa Jerman Land (tanah atau negara) dan Knecht (abdi, berasal dari 'knight'), direkam dari sekitar 1480. Kati tesbt awalnya dibalikkan oleh Peter von Hagenbachdan dimaksudkan untuk menyebut pasukan Swabia yang merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi Suci yang berlawanan dengan tentara bayaran Swiss. Pada awal 1500, kesalahan pengejaan Lanzknecht menjadi lumrah karena asosiasi dengan kata Lanze takni "lance" (ganjur).







Istilah Landser secara langsung berasal dari kata Landsknecht, seperti nama kartu permainan Perancis Lansquenet. Bahan pembuatan dari kanvas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar